WASPADA TERHADAP SARCOPENIA
WASPADA TERHADAP SARCOPENIA
Narasumber : apt Eva Yunila,S.Si,MARS ( RSMH Palembang)
Apa
itu Sarcopenia?
Sarcopenia adalah kondisi yang
terjadi ketika tubuh mengalami kehilangan / berkurangnya massa, kekuatan, dan
fungsi otot . Penurunan massa dan fungsi otot ini terjadi karena
adanya bentrok proses katabolisme (penghancuran) dan anabolisme (pembentukan)
di dalam sel otot yang terjadi seiring bertambahnya
usia. Kondisi ini bisa menyebabkan penurunan performa fisik dan kemampuan
melakukan aktivitas sehari-hari. Kurang gerak dan tidak
menggunakan otot menjadi salah satu penyebab utama
hilangnya massa otot menjadi lebih cepat
Penyakit sarcopenia dapat memengaruhi sistem muskuloskeletal tubuh sehingga berisiko tinggi menyebabkan penderitanya mudah terjatuh dan cedera. Sarcopenia sering dialami oleh orang lanjut usia karena berkaitan dengan proses penuaan. Walau demikian, beberapa hasil penelitian telah membuktikan bahwa sarcopenia juga bisa terjadi pada orang dewasa yang berusia lebih muda karena gangguan kesehatan tertentu, salah satunya yaitu malnutrisi.
Penyebab Sarcopenia
Penyebab utama dari sarcopenia adalah
terjadinya bentrok proses penghancuran dan pembentukan di dalam sel otot.
Bentrokan kedua proses metabolisme tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor
yaitu :
1. Gaya Hidup Sedentari (Sedentary Lifestyle) / Malas Gerak
Gaya hidup sedentari
atau sedentary lifestyle atau diistilahkan malas gerak (“mager”) merupakan pola hidup tidak sehat yang membuat
seseorang cenderung minim melakukan aktivitas fisik, tidak aktif secara fisik,
seperti sering rebahan dan jarang bergerak. Minimnya aktivitas fisik akan
membuat otot jarang berkontraksi dan mengganggu proses pembentukan sel otot
baru. Karena kebiasaan malas gerak, tubuh
kehilangan massa otot, yang pada gilirannya menyebabkan kelemahan otot.
Tubuh juga akan mengambil kalsium dari tulang. Kepadatan tulang akan menjadi
sangat rendah. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan sarcopenia atau bahkan tulang keropos, yang dikenal sebagai
osteoporosis
Menurut WHO, gaya hidup sedentari adalah salah satu
dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. European Prospective
Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) pada tahun 2008 melaporkan bahwa
kematian akibat kebiasaan malas gerak jumlahnya dua kali lebih banyak
dibandingkan kematian karena obesitas.
2. Malnutrisi
Tubuh yang
kekurangan nutrisi, terutama protein dan asam
amino, berisiko tinggi mengalami sarcopenia. Hal ini dikarenakan protein dan
asam amino berperan penting dalam pembentukan jaringan otot.
3. Penyakit Kronis
Beberapa penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sarkopenia adalah infeksi HIV/AIDS, tuberkulosis (TB), stroke, penyakit alzheimer, dan lain sebagainya. Penyakit kronis tersebut membuat penderitanya harus beristirahat dengan cukup dan meminimalisir aktivitas fisik sehingga berdampak pada penurunan massa serta kekuatan otot.
Tanda- tanda
Sarcopenia
Gejala Utama dari sarkopenia adalah melemahnya
kekuatan otot. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang umum dialami oleh
penderita sarkopenia, di antaranya:
1. Mudah lelah
2. Lemah
3. Kesulitan mengangkat atau menggenggam benda
4. Kesulitan
untuk menaiki atau menuruni tangga.
5. Keseimbangan
tubuh buruk dan mudah terjatuh
6. Bergerak lebih lambat
Dampak
Sarcopenia
1.
Ketergantungan
pada orang lain
2.
Proses
penyembuhan penyakit menjadi lebih lama
3.
Peningkatan
risiko kematian pada penderita penyakit kronis tertentu
Cara Pencegahan
Sarcopenia
1.
Rutin melakukan aktivitas fisik terutama melatih
ketahanan otot seperti angkat beban, yoga, pilates, atau gerakan
menahan bobot sendiri (seperti plank, push-up, dan squat), senam
aerobik, lari pagi, bersepeda, berenang, dan aktivitas fisik lainnya.
2.
Mengkonsumsi
makanan bergizi seimbang
Setiap tahun tubuh
akan kehilangan massa otot, padahal otot adalah salah satu tempat menyimpan
cadangan kelebihan gula pada tubuh sehingga akan menumpuk menjadi lemak. Dengan
menaikkan massa otot, maka metabolisme tubuh akan ikut naik, Yuuk, naikkan massa
otot untuk mencegah sarcopenia. Mari lawan rasa malas dengan mulai bergerak,
melakukan peregangan dan senam ringan di sela pekerjaan. Mari berusaha hidup
lebih sehat. Tetap semangat, jadikan hidup kita tetap bermanfaat bagi orang
lain
Referensi:
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-sarkopenia
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/959/efek-jangka-panjang-malas-gerak-bagi-kesehatan
DOC,PROMKES RSMH

Komentar
Posting Komentar