Apa itu Polip Rahim

 

Apa itu Polip Rahim

Narasumber : Dewi Sartika (RSMH Palembang)

 


Polip rahim atau polip endometrium adalah pertumbuhan jaringan secara berlebihan tetapi bersifat jinak pada lapisan dalam rahim. Meski umumnya bersifat jinak polip rahim juga dapat berkembang menjadi ganas. Polip rahim menempel pada dinding rahim dengan dasar besar atau tangkai tipis. Polip rahim berbentuk bulat atau lonjong dengan ukuran mulai dari sebesar biji wijen hingga sebesar bola golf. Benjolan ini dapat bertangkai sehingga terlihat menggantung atau tumbuh melebar pada dinding rahim.

Polip termasuk tumor rahim jinak yang dapat dialami oleh setiap wanita. Polip rahim paling sering terjadi pada wanita yang sedang atau telah menyelesaikan menopause, meskipun wanita yang lebih muda juga bisa mendapatkannya. Akan tetapi, kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita usia 40–50 tahun dan jarang dialami oleh wanita berusia di bawah 20 tahun.

Lantas, apa saja gejala polip rahim dan bagaimana cara pengobatannya? Yuk, kita bahas bersama!

 

Gejala Polip Rahim

1. Menstruasi Tidak Teratur

Siklus menstruasi yang tidak teratur merupakan salah satu gejala utama dari polip rahim.

Misalnya, jarak siklus menstruasi menjadi terlalu dekat atau menstruasi bisa terjadi lebih dari satu kali dalam satu bulan. Padahal, dalam kondisi normal siklus menstruasi adalah 21 hingga 35 hari.

 

2. Menorrhagia

Kondisi menorrhagia terjadi saat haid atau darah menstruasi keluar secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlalu banyak. Normalnya, wanita hanya mengeluarkan darah dengan jumlah rata-rata 30–40 mililiter .Tetapi seseorang yang menderita ini bisa mengeluarkan darah haid hingga 60–80 mililiter selama masa menstruasi.

 

3. Pendarahan di Luar Masa Menstruasi

Polip rahim juga bisa memicu terjadinya perdarahan yang tidak wajar. Perdarahan biasanya terjadi di luar masa menstruasi dan sering terjadi tanpa terduga.

 

4. Perdarahan setelah berhubungan intim

Penderita polip rahim akan mengalami sakit saat berhubungan intim dan memicu timbulnya pendarahan setelah berhubungan intim.

 

5. Keputihan Tidak Wajar

Walaupun jarang terjadi, polip rahim dapat mengalami peradangan atau infeksi. Jika terjadi, dapat timbul keputihan berwarna kekuningan atau lendir berwarna putih. Keputihan ini berlangsung berulang dan dalam periode yang cukup lama.

 

Pengobatan Polip Rahim

Jika kamu memiliki gejala seperti diatas maka jangan ragu periksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Apalagi jika gejala yang timbul terasa sangat mengganggu, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan atau apabila polip berpotensi menjadi kanker. Pasien dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau kondisi dan perkembangan polip. Bila polip menimbulkan gangguan, ada sejumlah penanganan yang dapat dilakukan oleh dokter.

 

Obat-obatan

Obat-obatan untuk menyeimbangkan hormon, seperti progestin dan gonadotropin releasing hormone agonist, dapat meredakan gejala polip rahim. Meski begitu, efek ini bersifat sementara. Gejala dapat muncul kembali setelah konsumsi obat dihentikan. Maka apabila masih timbul gejala setalah konsumsi obat, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan tindakan lanjutan.

 

Histeroskopi atau kuretase

Histeroskopi dan kuretase dapat dilakukan untuk mengangkat polip rahim. Efek samping yang bisa terjadi setelah kedua tindakan tersebut adalah kram perut dan perdarahan ringan. Pasien dianjurkan untuk tidak berhubungan intim sekitar 1–2 minggu setelah prosedur dilakukan.Prosedur ini efektif untuk menangani polip berukuran kecil dan biasa dipilih pada polip rahim yang dialami oleh ibu hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan. Setalah dilakukan Histeroskopi atau kuretase, pasien polip dianjurkan untuk tetap kontrol rutin untuk mencegah polip rahim tumbuh kembali.

 

Histerektomi

Bila polip tidak bisa diangkat dengan metode lain atau jika polip tersebut adalah jaringan kanker, dokter akan melakukan histerektomi, yaitu prosedur operasi untuk mengangkat rahim.

Perlu diketahui, meski jarang terjadi, polip dapat tumbuh kembali di kemudian hari. Oleh karena itu, pasien dianjurkan untuk memeriksakan kondisinya secara berkala. Dan melakukan pola hidup sehat untuk mencegah polip rahim tumbuh kembali.

 

Referensi :

Polip Rahim (Endometrium). Diakses tanggal 8 Desember 2024 dari https://www.gleneagles.com.sg/id/conditions-diseases/endometrial-polyps/symptoms-causes

 

dr. Pittara. 2022. Polip Rahim. Diakses tanggal 8 Desember 2024 dari https://www.alodokter.com/polip-rahim

 

Hartono, Soesanti Harini. 2022. Polip Rahim Bisa Menganggu Kesuburan, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya. Diakses tanggal 8 Desember 2024 dari https://health.grid.id/read/353419889/polip-rahim-bisa-menganggu-kesuburan-ini-gejala-dan-cara-mengatasinya?page=all

 

Mardanih, Dani. 2024. Apa itu Polip Rahim? Ketahui Penyebabnya. Diakses tanggal 8 Desember 2024 dari https://www.merdeka.com/trending/apa-itu-polip-rahim-ketahui-penyebabnya-154910-mvk.html?page=3

 

 

Sumber Gambar :

https://www.kibrispdr.org/unduh-13/gambar-polip-rahim.html


DOC,PROMKES RSMH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tren Pacaran Remaja, Gaya dan Dinamika Hubungan di Era Digital

Risiko jatuh pada pasien, faktor, dampak, dan cara pencegahan pasien jatuh

Diagnosis dan manajemen kolik abdomen