Penyebab Sering Mengantuk Dan Penanganannya

 Penyebab Sering Mengantuk Dan Penanganannya

 Narasumber :  Leni Yuspitasari, SKM ( RSMH Palembang)



Sering mengantuk dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kurangnya jam tidur, kelelahan, hingga penyakit tertentu. Bagi tubuh, tidur sama pentingnya dengan makan dan minum. Sayangnya, banyak dari kita yang mengabaikan kualitas dan kuantitas tidur. Padahal, kunci bangun tidur yang segar adalah tidur yang lelap.

Kerugian yang didapat dari kurang tidur atau sering mengantuk adalah rentan melakukan kesalahan dalam pekerjaan atau aktivitas karena karena saat bangun tidur menjadi tidak segar, sehingga sulit berkonsentrasi. Selain itu, gangguan tidur juga berpotensi meningkatkan risiko seseorang terkena depresi dan gangguan cemas.

Seseorang juga menjadi lebih berisiko berbuat kesalahan dan mengambil keputusan yang tidak tepat. Itulah mengapa mengantuk karena kurang tidur sering menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan saat bekerja atau saat berkendara.

Kebutuhan Tidur sesuai Usia

Kebutuhan tidur seseorang berbeda-beda, tergantung usia. Berdasarkan sejumlah studi, berikut durasi tidur yang direkomendasikan:

● Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas membutuhkan waktu tidur antara 7–8 jam.

● Usia remaja hingga dewasa pada rentang usia 18–64 tahun, membutuhkan waktu tidur ideal antara 7–9 jam.

● Usia anak sekolah yang berkisar antara 6–17 tahun, membutuhkan waktu tidur antara 9–11

● Anak-anak usia prasekolah yang umumnya berkisar 3–5 tahun, membutuhkan 10–13 jam untuk tidur.

● Balita usia 1–2 tahun, butuh tidur selama 11–14 jam.

● Bayi usia 4–11 bulan, butuh tidur selama 12–15 jam.

● Bayi baru lahir hingga berusia 3 bulan, butuh tidur selama 14–17 jam.

Penyebab kurangnya waktu tidur seseorang yang Jarang Diketahui

1. Depresi

Penyebab sering mengantuk yang paling umum adalah depresi. Selain itu, orang yang mengalami depresi juga dapat merasa kurang berenergi, hilangnya semangat hidup, kehilangan minat dan ketertarikan dalam menjalani aktivitas yang sebelumnya digemari, merasa cemas, hingga munculnya ide bunuh diri.

2. Konsumsi minuman alkohol

Penyebab sering mengantuk yang lainnya adalah mengonsumsi minuman beralkohol. Jika dikonsumsi berlebihan dan dalam jangka panjang, efeknya dapat mengacaukan pola tidur dan membuat seseorang sering mengantuk karena kualitas dan jam tidurnya terganggu.

3. Sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome (RLS)

Salah satu penyebab sering mengantuk karena tidur yang terganggu adalah sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome (RLS). Sindrom ini merupakan sebuah gangguan yang menyebabkan seseorang mendapatkan dorongan tidak tertahankan untuk menggerak-gerakkan kaki saat berbaring Saat terbangun di pagi hari, tubuh terasa lemah dan kurang semangat.

4. Narkolepsi

Jika seseorang kerap mengantuk secara berlebihan di siang hari, bisa jadi merupakan gejala terkena narkolepsi. Narkolepsi juga ditandai dengan ketidak mampuan menahan rasa ingin tidur yang terjadi secara berkelanjutan di luar waktu tidur normal. Gejala narkolepsi lain adalah tiba-tiba merasakan otot lemas saat merasakan kegembiraan hingga terjatuh.

5. Parasomnia

Penyebab sering mengantuk yang berikutnya adalah parasomnia. Parasomnia merupakan perilaku yang tidak normal yang dialami saat seseorang sedang tidur. Beberapa perilaku yang termasuk ke dalam parasomnia adalah tidur sambil berjalan, tidur sambil berbicara, membenturkan kepala saat tidur, dan merasakan ketakutan di malam hari.

6. Sindrom Kelelahan Kronis

Penyebab sering mengantuk yang berikutnya adalah sindrom kelelahan kronis. Sindrom ini merupakan kondisi yang akan membuat seseorang merasa lelah, lemas, lesu, dan mengantuk. Gejala dari sindrom kelelahan kronis tak hanya itu saja, ia juga bisa membuat pengidapnya mengalami nyeri otot dan sulit berkonsentrasi selama setidaknya enam bulan.

7. Sleep Apnea

Sleep apnea merupakan kondisi saat napas terhenti sementara ketika tidur. Dalam dunia medis, hal ini disebabkan oleh penyumbatan di saluran pernapasan, sebutannya obstructive sleep apnea (OSA). Penyumbatan yang terjadi di jalur pernapasan ini bisa membuat seseorang terbangun tiba-tiba ketika tidur. Alhasil, kualitas tidur pun akan berkurang.

8. Insomnia

Insomnia sudah pasti merupakan penyebab sering mengantuk. Kondisi ini mencakup berbagai masalah yang membuat kita sulit tidur atau tertidur selama yang kita inginkan. Insomnia sering kali dikaitkan dengan masalah tidur lain yang dijelaskan di sini yang menyebabkan kantuk berlebihan.

9. Fibromyalgia

Fibromyalgia adalah salah satu penyebab kelelahan kronis dan nyeri muskuloskeletal yang lebih umum, terutama pada wanita. Fibromyalgia dan sindrom kelelahan kronis dianggap sebagai kelainan yang terpisah namun terkait. Mereka memiliki gejala yang sama, yaitu kelelahan parah yang sangat mengganggu kehidupan manusia.

10. Kebiasaan tidur yang buruk

Penyebab sering mengantuk yang paling umum secara terus menerus di siang hari adalah tidak mendapatkan tidur yang cukup di malam hari. Kurangnya tidur ini bisa disebabkan oleh beberapa hal:

a. Tidak tahu persis berapa banyak tidur yang dibutuhkan.

b. Tidak tidur cukup karena pekerjaan.

c. Lingkungan tidur yang buruk dan tidak kondusif.

d. Kebiasaan buruk yang bisa mengganggu kualitas tidur, seperti minum kafein dan alkohol di malam hari.

Teknik relaksasi atau aromaterapi dengan bahan-bahan alami yang dipercaya bisa meringankan gangguan tidur dan meningkatkan kualitas tidur, sehingga tidur lebih lelap dan ketika bangun lebih segar. Di antaranya:

● Teh chamomile

● Valerianae radix atau akar valeriana

● Myristicae semen atau biji pala

● Eleuthroginseng radix atau akar eleuthro ginseng

● Polygalae radix atau akar tanaman Senega

 

Penyebab sering mengantuk bisa terjadi karena beberapa hal, mulai dari kurangnya jam tidur, kelelahan, hingga penyakit tertentu. Bagi tubuh, tidur sama pentingnya dengan makan dan minum. Sayangnya, banyak dari kita yang mengabaikan kualitas dan kuantitas tidur.

Lamanya waktu tidur yang dibutuhkan orang dewasa adalah sekitar 7–9 jam sehari. Namun terkadang, Anda bisa saja masih merasa mengantuk walau sudah cukup tidur, atau bahkan sudah tidur lebih lama dari waktu yang dianjurkan.

Kerugian yang didapat dari sering mengantuk adalah rentan melakukan kesalahan dalam pekerjaan atau aktivitas karena mengganggu konsentrasi. Selain itu, gangguan tidur juga berpotensi meningkatkan risiko seseorang terkena depresi dan gangguan cemas. Untuk itu, rasa mengantuk yang berlebihan tersebut harus diatasi, untuk mengatasinya anda perlu mengetahui penyebab sering mengantuk.

 

Penanganan Kondisi Sering Mengantuk

1. Atur dan jaga pola tidur yang teratur, dengan memenuhi waktu tidur yang cukup dan tidur pada jam yang sama tiap harinya.

2. Konsumsi makanan bernutrisi seimbang dan kurangi makanan tinggi gula.

3. Rutinlah berolahraga.

4. Hindari kebiasaan merokok.

5. Batasi konsumsi minuman beralkohol.

6. Lakukan relaksasi untuk mengurangi stres, karena beban pikiran sering kali membuat susah tidur dan menyebabkan mudah mengantuk keesokan harinya.

7. Ciptakan suasana yang nyaman untuk tidur, misalnya meredupkan cahaya di kamar dan mengatur suhu ruangan agar tidak terlalu dingin atau panas. Anda juga bisa menggunakan aromaterapi.

8. Hindari kebiasaan membaca, bermain gadget, atau bekerja di kamar tidur.

Jika beberapa cara di atas sudah dilakukan tetapi kualitas tidur tak juga membaik dan masih sering mengantuk, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter. Bisa jadi keluhan mudah mengantuk tersebut disebabkan oleh penyakit tertentu. Begitu juga jika keluhan ini sampai menyebabkan aktivitas sehari-hari Anda terganggu.

 

 Sumber

https://www.liputan6.com/hot/read/4889294/10-penyebab-sering-mengantuk-bisa-jadi-tanda-kondisi-kronis

https://health.kompas.com/read/2022/03/16/100100568/8-alasan-kenapa-kamu-sering-mengantuk-padahal-cukup-tidur?page=all

https://hellosehat.com/pola-tidur/gangguan-tidur/penyebab-sering-mengantuk/

 

Sumber foto: https://www.merdeka.com/jateng/penyebab-sering-ngantuk-yang-kerap-terjadi-kurang-tidur-hingga-stres-kln.html

DOC, PROMKES,RSMH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tren Pacaran Remaja, Gaya dan Dinamika Hubungan di Era Digital

Risiko jatuh pada pasien, faktor, dampak, dan cara pencegahan pasien jatuh

Diagnosis dan manajemen kolik abdomen