Manfaat Mengonsumsi Ikan, Kandungan Gizi, dan Mitos

   Manfaat Mengonsumsi Ikan, Kandungan Gizi, dan Mitos

Narasumber :  Leni Yuspitasari, SKM ( RSMH Palembang)

 


 

             Indonesia merupakan negara maritim yang terdiri dari 17.508 pulau dengan luas lautan kurang lebih 3.273.810 km². Dengan luas lautan yang dimiliki memiliki dampak signifikan terhadap potensi perikanan di Indonesia.

              Dilansir dari laman kkp.go.id, nilai ekspor perikanan Indonesia periode Januari-November 2022 mencapai USD 5,71 miliar. Sementara nilai impor di periode yang sama hanya USD 0,64 miliar. Adapun komoditas utama ekspor Indonesia meliputi udang dengan nilai USD1.997,49 juta, Tuna-Cakalang-Tongkol senilai USD865,73 juta, Cumi-Sotong-Gurita sebesar USD657,71 juta, Rumput Laut sebesar USD554,96 juta dan Rajungan-Kepiting sebesar USD450,55 juta.

           Dengan potensi sumber daya perikanan yang besar ini, Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan kekayaan alamnya secara maksimal. Namun, kita mengetahui bahwasannya penduduk indonesia memiliki tingkat konsumsi ikan yang masih dikategorikan rendah bahkan di kawasan Asia Tenggara Indonesia masih kalah dari Singapura dan Malaysia apalagi jika dibandingkan dengan Jepang dan Korea. Rendahnya konsumsi ikan perkapita penduduk di indonesia berbanding terbalik dengan wilayahnya yang kaya akan sumber protein nabati ini.

Mengapa orang Jepang pintar ?

            Tingkat kecerdasan orang Jepang berada di atas rata-rata tingkat kecerdasan orang Asia lainnya. Hal itu dibuktikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) Jepang yang mendapat pengakuan internasional dan sejajar dengan negara-negara industri maju. Selain itu orang Jepang juga dikenal tetap sehat dan memiliki gairah hidup tinggi sampai usia tua, bahkan sampai usia 80 tahun.

            Kecerdasaran terbentuk dari perpaduan faktor genetis, kultur dan lingkungan. Bibit pintar akan tumbuh jika di antara ketiga faktor tersebut tumbuh sinergi yang saling melengkapi. Secara genetis orang tua yang cerdas akan menurunkan anak-anak yang cerdas, tetapi kecerdasan akan tampak jika kebiasaan sehari-hari (kultur) termasuk pola konsumsi turut mendukung, serta ditunjang oleh lingkungan yang kondusif . Kegiatan bersekolah, aktif belajar, gemar berpikir dan mengemukakan pendapat akan merangsang peningkatan kecerdasan, sejalan dengan bertambahnya umur. Proses intelek terus berlangsung melampaui masa bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan grafik fungsi intelektual mulai menurun ketika usia 50 tahun mulai terlampaui.

            Fungsi intelek akan mengalami gangguan jika terjadi kasus kekurangan vitamin B1, B6, B12, mineral zinc dan iodium. Menurut ahli gizi otak, jenis makanan tertentu mempengaruhi produksi beberapa jenis neurotransmitter (zat penghantar listrik otak) seperti choline dan lecithin yang banyak terdapat dalam kuning telur, hati, otak, sumsum, kedelai dan biji-bijian lainnya. Neurotransmitter sangat vital untuk menghapal, oleh karena itu menu choline tinggi dapat memperbaiki daya ingat jangka pendek.

            Untuk meningkatkan kecerdasan otak, selain tergantung pada faktor genetis dan lingkungan, juga dipengaruhi oleh kultur pra dan pasca kelahiran, terutama menyangkut “makanan otak”. Selain ikan jenis “makanan otak” lainnya ialah kuning telur, hati, otak, sum-sum, kedelai dan biji-bijian lainnya. Tahu dan tempe terbuat dari kedelai, maka bahan pangan inipun kaya akan lecithin dan cholin. Ada baiknya dibuat resep masakan khusus yang menggabungkan jenis-jenis makanan tersebut, bisa dalam bentuk “bubur cerdas”, “sup cerdas”, dan sebagainya

            Untuk menjadi bangsa yang cerdas makan ikan perlu lebih digalakkan. Kalaupun ikan yang kaya DHA seperti tuna atau salmon sulit terjangkau, ikan lokal seperti lele, mas, mujair, bandeng, teri, kakap atau jenis lainnya tidak jadi masalah, karena ikan tersebut juga kaya protein, bahkan ikan asin memiliki kandungan protein tertinggi. Sebenarnya DHA dapat dibentuk dalam tubuh manusia, namun kemampuan fisiologis setiap orang untuk mengubah dari bahan baku (asam lemak tak jenuh ganda) menjadi DHA berbeda-beda, tergantung pada tingkat kesehatan, penyerapan dan kondisi lemaknya di dalam tubuh. Dengan demikian mengkonsumsi ikan sangat dianjurkan, selain mengandung DHA ikan juga mengandung EPA (C20H3O20. DHA dan EPA secara bersama dikenal sebagai Omega 3, yang sudah dikenal dapat mencegah serangan jantung, stroke dan impotensi.

Manfaat mengonsumsi ikan untuk kesehatan tubuh

           Memiliki kandungan gizi yang tinggi, menjadikan ikan sebagai salah satu makanan yang baik untuk kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari konsumsi ikan untuk kesehatan tubuhmu.

1. Kaya akan kandungan nutrisi

            Seperti yang sudah dijelaskan bahwa ikan memiliki kandungan nutrisi yang banyak, termasuk protein berkualitas tinggi, yodium, serta vitamin dan mineral.

             Ikan berlemak seringkali dianggap yang paling sehat. Sebab, ikan berlemak, seperti halnya salmon, sarden, dan tuna memiliki nutrisi berbasis lemak yang tinggi.

              Hal tersebut termasuk vitamin D, yang mana merupakan nutrisi yang larut dalam lemak. Tak hanya itu, ikan berlemak juga mengandung omega 3, yang berperan penting dalam fungsi tubuh dan otak secara optimal. Nah, untuk mencukupi asupan omega 3 dalam tubuh, disarakan untuk mengonsumsi ikan berlemak setidaknya 1-2 kali dalam seminggu.

2. Menurunkan risiko serangan jantung dan stroke

            Penting untuk kamu ketahui bahwa serangan jantung dan stroke adalah dua penyebab umum kematian dini di dunia.

            Mengonsumsi ikan dapat membantu untuk mencegah dua kondisi tersebut. Sebab, ikan dianggap sebagai salah satu makanan yang paling sehat untuk jantung.

             Bahkan, banyak penelitian observasional yang menunjukkan bahwa konsumsi ikan secara teratur dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

3. Meningkatkan kinerja otak

            Seperti yang sudah dijelaskan bahwa salah satu manfaat dari ikan adalah dapat membantu fungsi otak. Perlu kamu ketahui bahwa seiring dengan pertambahan usia fungsi otak menurun.

            Studi mengungkapkan bahwa orang yang makan ikan setiap minggu memiliki banyak jaringan fungsional utama otak di bagian otak yang mengatur emosi dan memori.

4. Mencegah depresi

            Depresi adalah salah satu kondisi yang memengaruhi mental. Ini ditandai dengan kesedihan, penurunan energi, suasana hati yang tidak baik, dan kehilangan minat terhadap aktivitas tertentu.

            Ternyata, mengonsumsi ikan juga dapat membantu mencegah kondisi tersebut. Bahkan, penelitian telah menemukan bahwa orang yang makan ikan secara teratur jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami depresi.

             Tak hanya itu, sebagian uji coba juga mengungkapkan bahwa asam lemak omega 3 yang terkandung dalam ikan dapat mencegah depresi dan secara signifikan meningkatkan efektifitas obat antidepresan.

               Di sisi lain, ikan dan asam lemak omega 3 juga dapat membantu mencegah kondisi yang memengaruhi mental lainnya, seperti bipolar.

 

5. Sumber vitamin D yang baik

             Kandungan gizi ikan yang tidak boleh kamu lewatkan adalah vitamin D. Vitamin D ini berfungsi seperti hormon steroid dalam tubuh.

             Baik ikan ataupun produk ikan merupakan salah satu sumber vitamin D yang baik. Ikan berlemak seperti salmon mengandung jumlah vitamin D tertinggi.

             Bahkan dalam satu porsi 4 ons (113 gram) salmon yang dimasak mengandung sekitar 100 persen dari asupan vitamin D yang direkomendasikan. Beberapa minyak ikan seperti minyak ikan cod juga mengandung vitamin D yang tinggi.

6. Menurunkan risiko penyakit autoimun

           Selanjutnya, kandungan gizi yang terdapat dalam ikan juga dapat meurunkan risiko penyakit autoimun. Penyakit autoimun, seperti diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat.

             Beberapa penelitian telah mengaitkan asupan omega 3 atau minyak ikan terhadap penurunan risiko diabetes tipe 1 pada anak-anak, serta bentuk diabetes autoimun pada orang dewasa.

             Asam lemak omega 3 dan vitamin sebagai kandungan gizi ikan dan minyak ikan memiliki peranan yang penting. Beberapa ahli percaya bahwa asupan ikan yang tercukupi dengan baik juga dapat menurunkan risiko rheumatoid arthritis dan multiple sclerosis, namun belum ada cukup bukti yang kuat.

7. Mencegah asma pada anak-anak

             Asma adalah salah satu kondisi yang ditandai dengan peradangan pada saluran udara. Salah satu manfaat lain dari ikan adalah dapat membantu mencegah kondisi ini.

             Dikutip dari healthline.com bahkan studi menunjukkan bahwa konsumsi ikan secara teratur dikaitkan dengan risiko asma sebesar 24 persen lebih rendah pada anak-anak.

8. Menjaga kesehatan mata

             Age-related macular degeneration (AMD) adalah penyebab utama gangguan pada penglihatan yang dapat memengaruhi lansia. Beberapa bukti menunjukkan bahwa ikan dan asam lemak omega 3 dapat membantu melindungi dari penyakit tersebut.

            Dalam satu penelitian, asupan ikan secara teratur dikaitkan dengan risiko AMD sebesar 42 persen lebih rendah pada wanita.

9. Meningkatkan kualitas tidur

            Gangguan tidur merupakan salah satu kondisi umum. Beberapa peneliti percaya bahwa kurangnya asupan vitamin D dalam tubuh berkontribusi terhadap gangguan tidur.

             Dalam penelitian yang dilakukan selama 6 bulan terhadap 95 pria paruh baya menemukan bahwa, konsumsi ikan salmon sebanyak 3 kali per minggu dapat meningkatkan kualitas tidur.

             Para peneliti berspekulasi bahwa hal tersebut disebabkan oleh kandungan vitamin D dalam gizi ikan.

10. Menurunkan risiko kanker

          Ikan bahkan dapat menurunkan risiko kanker tertentu, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh The American Journal of Clinical Nutrition.

           Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan yang tinggi memiliki risiko lebih rendah terkena kanker yang memengaruhi sistem pencernaan, seperti, kanker faring, usus besar, dan pankreas.

11. Menurunkan kadar kolesterol

            Dikutip dari laman Eatthis.com, Baylor University Medical Center Proceedings mencatat bahwa asam lemak omega 3 yang ditemukan dalam minyak ikan dapat membantu menurunkan kadar LDL.

            LDL sendiri dikenal sebagai kadar kolesterol “jahat” dalam tubuh. Asam lemak omega 3 dalam ikan diketahui dapat membantu menurunkan kolesterol pembentuk lipid dalam darah.

12. Menstabilkan tekanan darah

            Selain manfaat yang sudah disebutkan di atas, manfaat lain dari konsumsi ikan adalah dapat membantu menstabilkan tekanan darah. Ikan sendiri diketahui dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

             Bahkan, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation menemukan bahwa minyak ikan sangat membantu dalam menurunkan tekanan darah karena kandungan asam lemak omega 3 yang tinggi.

Kandungan Gizi pada Ikan

1. Asam Lemak Omega 3

           Ikan merupakan salah satu sumber protein yang mengandung zat gizi asam lemak omega 3. Asam lemak omega 3, merupakan asam lemak ‘baik’ yang dibutuhkan tubuh dan berasal dari makanan yang kamu konsumsi.

            Zat gizi asam lemak omega 3, seperti EPA dan DHA banyak ditemukan pada ikan makerel, sardin dan salmon. Daging ikan ini, biasanya mengandung lemak yang tinggi. Tapi lemak yang terkandung, adalah lemak ‘baik’ (PUFA/Poly Unstaturated Acid) dan bisa menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

              Asam lemak omega 3 juga memiliki manfaat seperti: membantu menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko kematian mendadak, serangan jantung, irama jantung abnormal, dan stroke. Membantu fungsi otak yang sehat dan perkembangan penglihatan dan saraf bayi selama kehamilan. Dapat mengurangi risiko depresi, penyakit alzheimer, demensia, dan diabetes. Dapat mencegah peradangan dan mengurangi risiko radang sendi

2. Protein

          Jumlah kandungan protein pada daging ikan rata – rata 19%, sedangkan pada tuna yang dimasak, mengandung protein sebesar 30%. Fungsi protein adalah untuk membangun struktur utama dalam sel, enzim dalam membran, hormon dan alat pembawa. Protein juga digunakan sebagai sumber energi dan asam amino, yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel.

3. Vitamin dan Mineral

         Hewan laut juga banyak mengandung vitamin dan mineral, loh! Seperti vitamin A, vitamin D, mineral makro (K, Ca, Mg, dan P) dan mineral mikro (Se, F, I, Co dan Mn). Vitamin dan mineral, dibutuhkan oleh tubuh untuk keperluan proses metabolisme, loh!

4. Karotenoid

          Zat ini berfungsi sebagai antioksidan yang bisa menangkal zat radikal bebas, pemacu timbulnya penyakit kanker dan menjaga kesehatan mata. Salah satu jenis zat karoten yang terkandung di dalam ikan yaitu astasanthin, yang bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, mencegah katarak, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Taurin

         Taurin merupakan salah satu asam amino yang banyak terdapat pada tulang, jaringan jantung dan otak manusia. Taurin banyak terdapat pada jenis makarel, salmon, tuna, albakor, pari, hiu, dan beberapa jenis lainnya. Taurin bermanfaat untuk mengurangi tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, dan mengurangi jumlah kolesterol dalam darah.

Dengan banyaknya manfaat yang terdapat pada ikan, serta potensi perikanan Indonesia yang sangat besar seharusnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia berasa pada tingkat  yang tinggi. Masih relatif rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia tidak terlepas dari sejumlah mitos tentang ikan.

Mitos Tentang Mengonsumsi Ikan

Makan Ikan Menyebabkan Cacingan

            Di sebagian masyarakat Indonesia beranggapan bahwa mengonsumsi ikan khususnya pada anak-anak dapat berisiko cacingan. Hal ini tentunya tidak benar. Besarnya manfaat yang akan didapatkan anak dari mengonsumsi ikan, sudah sepatutnya menjadi pertimbangan untuk para orangtua dalam menyediakan menu makan anak.

           Cacingan sendiri dapat disebabkan oleh faktor lingkungan serta kebiasaan yang tidak menerapkan pola hidup bersih pada anak. Mengonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan baik juga dapat menjadi penyebab terjadinya cacingan.

Ikan Beku Tidak Mengandung Gizi

             Produk seafood beku banyak tersedia di pasaran, mulai dari ikan dori fillet, scallop, udang, dan masih banyak lagi. Sayangnya, banyak orang yang meyakini bahwa makanan beku identik dengan nutrisinya yang sudah rusak sehingga dianggap tak bergizi.

            Anggapan tersebut adalah mitos tentang seafood yang tidak perlu Anda percaya lagi. Jika makanan laut beku diolah dan didistribusikan dengan cara yang benar, maka nutrisinya tak jauh berbeda dengan makanan laut segar.

             Saat mengolah ikan beku, yang penting untuk diperhatikan adalah cara mencairkannya. Untuk mencairkan ikan beku, hindari perubahan suhu yang ekstrem agar nutrisinya tidak rusak.

            Oleh karena itu, sebaiknya pencairannya dilakukan perlahan, yaitu dengan cara memindahkan ikan beku dari freezer ke lemari pendingin bagian bawah dulu hingga mencair, baru ikan dikeluarkan dari kulkas untuk dimasak.

Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Ikan

            Mitos ini tidak sepenuhnya benar. Justru konsumsi seafood memiliki manfaat cukup banyak untuk ibu hamil dan janin. 

            Ikan baik untuk dikonsumsi ibu hamil karena kandungan proteinnya yang tinggi. Tak hanya itu, omega-3 dalam ikan juga berperan untuk tumbuh kembang janin.

             Seafood dapat berbahaya untuk ibu hamil apabila yang dikonsumsi adalah ikan dengan kandungan merkuri tinggi. Kandungan tersebut dapat mencederai janin dalam kandungan.

            Supaya ibu hamil tetap dapat mendapatkan manfaat optimal dari seafood, sebaiknya konsumsi yang kadar merkurinya rendah. Selain itu, hindari makan ikan mentah seperti pada shasimi.

Makan Ikan Bisa Sebabkan Keracunan Merkuri

            Sebagian ikan laut memang betul mengandung merkuri. Jadi, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan keracunan merkuri, terutama akan menimbulkan gejala gangguan saraf.

              Janya saja, tidak semua ikan mengandung merkuri tinggi. Makanan laut yang mengandung merkuri tinggi dan sebaiknya tidak dikonsumsi, antara lain hiu, makarel raja, ikan pedang, dan tuna sirip kuning.

               Ada pula seafood yang kadar merkurinya rendah, seperti salmon, tuna, sarden, dan udang. Jenis makanan laut ini dapat dikonsumsi hingga 340 miligram dalam satu minggu. Merkuri hingga 5 miligram per liter aman dan tidak akan menimbulkan gangguan apa pun di dalam tubuh

 

Sumber:

https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/diet-nutrisi/mitos-seputar-seafood-ini-tidak-perlu-anda-percaya

https://linisehat.com/5-zat-gizi-pada-ikan-yang-perlu-kamu-tahu/

https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/nutrisi/kandungan-gizi-ikan-yang-harus-kamu-tahu/

https://kkp.go.id/djpt/ppnsungailiat/artikel/6676-gemarikan-gemar-memasyarakatkan-makan-ikan-upaya-peningkatan-gizi-sejak-dini

Sumber foto: https://www.haibunda.com/moms-life/20200320145846-76-86476/tips-menggoreng-ikan-agar-rasa-gurihnya-meresap-sampai-ke-dalam

DOC, PROMKES, RSMH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tren Pacaran Remaja, Gaya dan Dinamika Hubungan di Era Digital

Risiko jatuh pada pasien, faktor, dampak, dan cara pencegahan pasien jatuh

Diagnosis dan manajemen kolik abdomen