Pengaruh AC (Air Conditioner) bagi kesehatan

 

Pengaruh AC (Air Conditioner) bagi kesehatan

Narasumber : Deny Gunawan, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua ( RSMH Palembang)

                  

Penggunaan air condioner (AC) merupakan alternatif ventilasi alami untuk meningkatkan kenyamanan. AC merupakan alat pengatur udara agar udara dalam ruangan menjadi lebih sejuk sehingga menimbulkan efek nyaman bagi orang yang berada di dalam ruangan. Udara merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangat diperlukan oleh manusia, terutama untuk bernapas itu sendiri. Oleh karena itu, kualitas udara dalam ruangan juga bisa mempengaruhi kesehatan seseorang. Ternyata berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% aktivitas manusia di dalam ruangan dipengaruhi oleh kualitas udara di dalam ruangan tersebut. AC berperan untuk mengatur suhu, kelembaban, dan kecepatan aliran udara dalam ruangan. Udara yang dikeluarkan oleh AC itu mengandung sedikit air sehingga mengakibatkan kelembaban udara di ruangan menjadi lebih rendah dari normal yakni sekitar 40 – 60%. AC juga ternyata menyebabkan udara dalam ruangan tidak mengalami pertukaran udara segar sehingga berpotensi meningkatkan jumlah kontaminasi polutan.

Oleh sebab itulah AC juga bisa menjadi sumber penyebaran kuman yang patogen apalagi ditambah bila AC jarang sekali dibersihkan. Apabila AC tidak dibersihkan secara berkala, maka bisa menjadi tempat untuk berkembangbiaknya mikroorganisme sehingga akan berdampak pada buruknya kualitas udara dan bisa menimbulkan gangguan kesehatan berupa sick building syndrome (SBS) atau tight building syndorme (TBS). sick building syndrome (SBS) atau tight building syndorme (TBS) ini merupakan kumpulan gejala akibat adanya gangguan sirkulasi udara dalam ruangan. AC yang jarang dibersihkan akan berdampak pada kurang segarnya udara yang masuk sehingga berdampak buruk pada kesehatan, seperti :

1.      Iritasi selaput lendir : iritasi mata, mata pedih, mata merah, mata berair, mata kering, mata gatal

2.      Iritasi hidung, bersin - bersin, gatal : iritasi tenggorokan, tenggorokan kering dan gatal, sakit menelan, hidung gatal, hidung buntu, batuk kering, hidung berair

3.      Gangguan neurotoksik : sakit kepala, lemah/ capek, mudah tersinggung, sulit konsentrasi

4.      Gangguan paru dan pernapasan : batuk, mengi, sesak napas, rasa berat di dada

5.      Gangguan kulit : kulit kering, kulit gatal

6.      Gangguan saluran cerna : diare/ mencret, mual

7.      Lain – lain : lelah, cepat capek, gangguan perilaku, gangguan saluran kencing

Beberapa keluhan atau gangguan tersebut biasanya tidak terlalu parah. Namun terdapat keluhan alergi dan asma yang tercatat lebih dari 130 juta siswa kehilangan waktu belajarnya dan 13,5 juta pekerja kehilangan waktu bekerjanya tiap tahunnya.

Akan tetapi dibalik efek negatif dari AC terhadap kesehatan, ternyata AC juga memiliki manfaat buat kesehatan, seperti :

1.      Mengatasi heatstroke

Ketika tubuh mengalami headstroke, maka tubuh akan terasa lebih panas. Ac mampu menurunkan suhu tubuh dengan memanfaatkan udara dingin AC.

2.      Mengatasi gangguan tidur

Penggunaan Ac mampu mengurangi kualitas tidur yang buruk. Namun jangan pergunakan AC dengan suhu ekstrim (Terlalu dingin atau terlalu rendah) karena anda bisa terbangun karena kedinginan

3.      Mencegah gangguan pernapasan

AC mampu mencegah gangguan pernapasan terutama anda yang tinggal di daerah berdebu karena AC memiliki filter untuk mencegah masuknya polutan ke dalam ruangan. Namun pastikan AC anda selalu dalam keadaan bersih.

4.      Menjaga suhu ruang untuk bayi

AC mampu menjaga subuh tubuh bayi yang belum mampu menyesuaikan suhu tubuhnya dengan baik sehingga mampu mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak, dehidrasi, ruam kulit maupu heatstroke.

Oleh karena itu banyak peneliti tetap menyarankan untuk membuka jendela dan pintu sebagai bentuk ventilasi alami yang bertujuan untuk mendapatkan udara segar. Oleh karena itu disarankan untuk ruangan yang memiliki AC untuk selalu menjaga kebersihan ruangan terutama dari debu yang berasal dari peralatan / perabot ruangan, lakukan pemeriksaan kualitas udara dalam ruangan secara berkala agar tercipta udara segar.

 

Referensi

Agustin, S. (2024). Cari tahun manfaat penggunaan AC untuk kesehatan di sini. https://www.alodokter.com diakses tanggal 11 November 2024

Larasati, A. W., Himayani, R. (2020). Hubungan penggunaan air conditioner (AC) di ruang kelas terhadap kejadian sindrom mata kering pada pelajar SMA Negeri bandar lampung. Jurnal majority Vol 9 No 1 2020 diakses tanggal 11 November 2024

Prasasti, C. I., Sudarmaji, Adriyani, R. 2013. Kualitas udara dalam ruang kelas ber-AC dan keluhan kesehatan siswa. Jurnal kesehatan lingkungan Vol 7 No 1 Juli 2013 : 14 – 20. https://journal.unair.ac.id diakses tanggal 11 November 2024

Prasasti, C.I., Mukono, J., Sudarmaji. (2005). Pengaruh kualitas udara dalam ruangan ber-ac terhadap gangguan kesehatan. Jurnal kesehatan lingkungan. Vol 1 No 2 Januari 2005. diakses tanggal 11 November 2024

Savira, F., & Suharsono, Y. (2013). Kualitas udara dalam ruangan. Journal of Chimical information and modeling 01(01), 1689 - 1699

Sumber foto : https://www.medcom.id Diakses tanggal 11 November 2024

DOC,PROMKES,RSMH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tren Pacaran Remaja, Gaya dan Dinamika Hubungan di Era Digital

Risiko jatuh pada pasien, faktor, dampak, dan cara pencegahan pasien jatuh

KORUPSI DISEKTOR KESEHATAN, TANTANGAN DAN UPAYA PENCEGAHANNYA