Peran Perawat Dalam Kegiatan Spiritual Pasien
Peran Perawat Dalam Kegiatan Spiritual Pasien
Narasumber
: Ardiansyah, SKM, S.Kep, MM ( RSMH Palembang)
Menurut Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, Sehat adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Ketika
sakit dan dirawat, salah satu kebutuhan pasien yang kadang – kadang terabaikan
adalah kebutuhan spiritual, padahal jika kita amati, saat sakit, pasien akan
lebih rentan terhadap depresi, mudah gelisah, stress, kepercayaan diri dan
motivasi yang hilang, menolak kegiatan ritual, adanya keputusasaan, dan
terdapat tanda-tanda seperti menarik diri, menangis, cemas dan kemudian marah,
rencana kemudian adanya kejadian bunuh diri, lalu dengan keadaan fisik yang
menurun seperti turunnya nafsu makan dan gangguan pada tidur.
Spiritual
adalah sesuatu yang berhubungan dengan spirit, semangat untuk mendapatkan
keyakinan, harapan dan makna hidup. Spiritualitas merupakan suatu kecenderungan
untuk membuat makna hidup melalui hubungan intrapersonal, interpersonal dan
transpersonal dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan. Manusia adalah mahluk
Tuhan yang paling sempurna. Tidak hanya terdiri dari seonggok daging dan
tulang, tetapi terdiri dari komponen menyeluruh biologis, psikologis, sosial,
spiritual dan kultural (Yusuf, et. al. 2016)
Perawat
sebagai tenaga kesehatan yang paling lama berada disamping klien, tugas
utamanya adalah mempelajari bentuk dan sebab tidak terpenuhinya kebutuhan dasar
manusia. Memberikan bantuan asuhan keperawatan mulai dari tingkat sistem organ
fungsional sampai molekuler, untuk memenuhi kebutuhan dan kemandirian klien
dalam merawat dirinya. Idealnya, seluruh komponen kebutuhan dasar manusia
menjadi fokus kajian utama dalam menentukan ruang lingkup pekerjaan profesi. Hasil analisis situasi menunjukan, asuhan
keperawatan untuk memenuhi kebutuhan spiritual belum diberikan oleh perawat
secara optimal. Hasil survey Kementerian Kesehatan terhadap Rumah Sakit di
Indonesia tahun 2014 (Puskom Depkes) diketahui sekitar 54 – 74 % perawat melaksanakan
instruksi medis, 26 % perawat melaksanakan pekerjaan administrasi rumah sakit,
20 % melaksanakan praktik keperawatan yang belum dikelola dengan baik, dan 68 %
tugas keperawatan dasar yang seharusnya dikerjakan perawat dilakukan oleh
keluarga pasien (Yusuf, et.al, 2016)
Mengacu
pada peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan yang komprehensif
meliputi bio-psiko-sosio-spiritual maka pelaksanaan pemberian bimbingan
spiritual pada pasien dengan kondisi sakit teramatlah penting. Mengingat
kondisi sakit dapat mengakibatkan pasien mengalami distress spiritual,
sementara kegiatan spiritual seperti berdo’a terbukti mampu menenangkan klien
dalam menghadapi kenyataan tentang penyakitnya (Yaseda, Et.al, _____)
Keperawatan
spiritual atau spiritual care adalah
praktek dan prosedur yang dilakukan oleh perawat terhadap pasien untuk memenuhi
kebutuhan spiritual pasien (Cavendish et al., 2003 dalam Mugihartadi 2021).
Menurut Meehan dalam Salmiah (2023) spiritual care adalah kegiatan dalam
keperawatan untuk membantu pasien yang dilakukan melalui sikap dan tindakan
praktik keperawatan berdasarkan nilai-nilai keperawatan spiritual yaitu
mengakui martabat manusia, kebaikan, belas kasih, ketenangan dan
kelemahlembutan
Jadi
sebenarnya bagaimana peran perawat dalam kegiatan Spiritual pasien ? Dalam
pemenuhan kebutuhan Spiriitual Pasien, perawat dapat berperan dengan cara:
1. Memberikan
fasilitas untuk berdoa, berzikir, membacakan kitab suci, dan membimbing shalat
2. Melakukan
tindakan mandiri atau berkolaborasi dengan pemuka agama atau rohaniawan
3. Menunjukkan
rasa empati dan kasih sayang
4. Mendengarkan
cerita pasien
5. Merawat
pasien dengan hormat
6. Berkomunikasi
dan berinteraksi dengan pasien
7. Membantu
pasien menemukan makna dan tujuan hidup
8. Mendukung
pasien dengan budaya dan keyakinan agama
Kebutuhan
spiritual pasien sangat penting karena dapat mempengaruhi proses penyembuhan
penyakit. Kebutuhan spiritual juga dapat menentukan makna, tujuan, menderita,
dan kematian seseorang dan Perawatan yang berkualitas harus memasukkan aspek
spiritual dalam interaksi antara perawat dan klien dalam bentuk hubungan saling
percaya, memfasilitasi lingkungan yang mendukung dan memasukkan aspek spiritual
dalam perencanaan jaminan yang berkualitas
Semoga
bermanfaat.
Referensi
Yusuf.
Ah, et.al, 2016, Kebutuhan Spiritual Konsep Dan Aplikasi Dalam Asuhan
Keperawatan, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta
Yaseda,
Grace Yopi, et.al, ______ , Hubungan Peran Perawat Dalam Pemberian
Terapi Spiritual Terhadap Perilaku Pasien Dalam Pemenuhan Kebutuhan Spiritual
Di Ruang Icu Rsm Ahmad Dahlan Kota Kediri, STIKes Surya Mitra Husada, Kediri
Salmiah,
2023, Penerapan Perawatan Spiritual Perawat Di Ruang Rawat Inap Rsud. Prof.
Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng, Program Studi Keperawatan Fakultas
Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar
Sumber
gambar : https://www.beautynesia.id/life/
diakses 16 September 2024
DOC,PROMKES
RSMH

Komentar
Posting Komentar