OBAT- OBATAN YANG DAPAT MENGUBAH WARNA URIN
OBAT- OBATAN YANG DAPAT MENGUBAH WARNA URIN
Narasumber : apt Eva Yunila,S.Si,MARS ( RSMH
Palembang)
Air kencing atau urine adalah cairan limbah yang disaring oleh ginjal dari
darah dan dikeluarkan melalui saluran kemih.
Warna urine dapat bervariasi, mulai dari bening/transparan, kuning muda hingga kuning gelap,
tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Warna urin yang normal biasanya berkisar dari kuning pucat hingga kuning
terang. Bening/transparan juga menjadi salah
satu ciri warna urine yang sehat. Warna ini menandakan bahwa tubuh mendapatkan
asupan cairan lebih banyak dari rekomendasi kebutuhan cairan tubuh harian. Hal
ini terbilang ideal karena berarti tubuh terhidrasi dengan baik. Pada tubuh yang sehat, warna urine
tergantung pada seberapa banyak air yang diminum karena cairan tersebut mengencerkan
pigmen kuning dalam urine, sehingga semakin banyak minum, semakin jernih warna
urine. Jika minum lebih sedikit, warnanya pun akan lebih pekat. Dehidrasi yang parah dapat menghasilkan urine berwarna kuning pekat.
Tak cuma karena jumlah cairan yang dikonsumsi, perubahan warna urine dapat disebabkan
oleh banyak faktor
yaitu aktivitas
fisik, adanya penyakit tertentu seperti infeksi saluran kemih atau gangguan
ginjal, hingga efek samping obat tertentu. . Pigmen dan senyawa lain dalam makanan dan penggunaan obat-obat tertentu juga
dapat mengubah warna urine. Banyak jenis
obat- obatan yang dapat mempengaruhi warna urin. Zat-zat dalam obat tersebut
dapat bereaksi dengan komponen dalam urin, sehingga mengubah warna urin menjadi
tidak biasa. Perubahan warna ini umumnya tidak berbahaya dan akan kembali
normal setelah berhenti mengkonsumsi obat tersebut. Konsumsi
obat dapat tetap dilanjutkan jika tidak
memiliki gejala lain, jika ada gejala lain atau efek samping lainnya pemberian obat
harus dihentikan.
Warna urine bisa juga menjadi tanda suatu penyakit atau terdapat
suatu masalah
kesehatan pada tubuh. Oleh karena itu, urine dapat dijadikan sebagai indikator
medis yang menunjukkan status kesehatan seseorang.
Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa jenis
obat yang dapat menyebabkan perubahan warna urin, serta menjelaskan mengapa hal
ini terjadi. Dengan memahaminya , kita dapat lebih tenang menghadapi perubahan
warna urin yang mungkin dialami saat menggunakan obat-obatan tertentu.
Pemahaman ini juga akan membantu untuk lebih waspada terhadap gejala-gejala
lain yang mungkin muncul setelah meminum obat sehingga dapat segera dikonsultasikan dengan
dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Obat – obat yang dapat
mengubah warna urin
antara lain :
1. Rifampisin
Rifampisin adalah
salah satu obat yang digunakan dalam terapi tuberkulosis atau TB, baik TB paru
maupun ekstra paru. Rifampisin biasanya diberikan bersamaan dengan obat-obatan
TB lainnya yakni Isoniazid, Etambutol, dan pirazinamid. Rifampisin menyebabkan cairan tubuh, termasuk
urine, menjadi berwarna merah atau oranye. Selain urine, perubahan warna juga dapat terjadi
pada air liur, keringat, bahkan air mata. Pasien-pasien yang mengkonsumsi Rifampisin biasanya
disarankan untuk tidak menggunakan lensa kontak, karena lensa kontak juga dapat
berubah warnanya.Perubahan warna urin
nya tidak permanen, di mana jika obat sudah selesai
digunakan maka warna cairan tubuh termasuk urine juga akan kembali normal.
2. Suplemen Besi dan Vitamin B2 (Riboflavin)
Jika sedang
mengonsumsi multivitamin yang mengandung suplemen besi dan vitamin B2
(Riboflavin), maka biasanya warna urine akan menjadi
kuning yang sangat cerah. Hal ini
disebabkan karena hasil metabolisme vitamin B2 (Riboflavin) dibuang lewat
urine, maka urine pun menjadi berwarna kuning saat mengonsumsi suplemen besi
dan vitamin B2 (Riboflavin) . Biasanya perubahan warna urin ini tidak perlu dikhawatirkan,
tetapi jika disertai gejala lain sebaiknya diperiksa.
3. Metronidazole
Metronidazole
adalah antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.
Meskipun jarang terjadi, metronidazole dilaporkan dapat membuat warna urine menjadi coklat tua seperti teh.
4. Doxorubicin
Doxorubicin adalah obat kemoterapi yang diberikan
lewat infus untuk berbagai jenis kanker, misalnya leukemia, kanker payudara,
kanker endometrium, dan kanker paru. Setelah pemberian doxorubicin, biasanya
akan terjadi perubahan warna urin menjadi kemerahan.
Hal ini juga merupakan hal yang normal dan akan kembali normal setelah penggunaan obat dihentikan
5. Amitriptyline
Obat antidepresan trisiklik ini mengobati depresi dan
neuropati. zat aktif dalam obat ini dapat bereaksi dengan komponen urin,
sehingga mengubah warna urin menjadi warna biru .
Warna biru atau hijau biasanya tidak berbahaya dan warna urin akan kembali
normal dalam beberapa hari setelah pengobatan dihentikan.
6. Phenazopyridine
Obat ini meringankan nyeri kemih pada
penderita infeksi saluran kemih (ISK). Obat ini mengubah air seni menjadi warna
oranye terang.
7. Isoniazid:
Sekitar separuh dari orang yang menggunakan
isoniazid menyadari bahwa air seni mereka berubah
menjadi warna kuning-oranye yang lebih gelap.
8. Sulfasalazine
Obat anti-inflamasi yang dapat mengobati
kondisi autoimun seperti artritis reumatoid atau kolitis ulserativa. Obat ini
dapat mengubah air seni, keringat, dan air mata menjadi oranye
9. Nitrofurantoin
Antibiotik ini dapat mengobati dan mencegah ISK. Ini
dapat menyebabkan warna urin coklat karena obat ini larut dan mulai
bekerja dalam urin.
10. Fenitoin
Obat anti
kejang ini juga dapat menyebabkan warna urin berubah coklat
11. Levodopa
Obat untuk penderita penyakit Parkinson, juga dapat
menyebabkan warna
urin berubah coklat
12. Klorokuin/Primakuin
Obat ini dapat
mengobati malaria , juga dapat menyebabkan
warna urin berubah coklat
Perubahan
warna urin yang perlu di waspadai :
Pasien yang menggunakan obat pengencer darah seperti warfarin, , Aspirin, Clopidogrel, Ticagrelor, Cilostazol .. Dalam hal ini jika terdapat perubahan warna urine menjadi kemerahan, dapat menandakan adanya perdarahan sebagai salah satu efek samping obat yang harus diwaspadai. . Jika hal ini terjadi, biasanya segera di konsultasikan ke dokter agar dapat di evaluasi . Namun, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan apabila warna merah tersebut disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi, seperti buah naga, buah bit, dan buah berry karena buah-buahan tersebut juga dapat membuat urine berwarna kemerahan
Referensi
https://www.goodrx.com/health-topic/urology/medications-that-can-change-the-color-of-your-urine
https://www.halodoc.com/artikel/urine-berwarna-hati-hati-5-penyakit-ini
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/warna-urine-yang-sehat
Referensi gambar :
DOC,PROMKES,RSMH

Komentar
Posting Komentar