Budaya 5R dan bagaimana langkah – langkah pemenuhannya di Rumah Sakit.

 

Budaya 5R dan bagaimana langkah – langkah

pemenuhannya di Rumah Sakit.

Narasumber : Deny Gunawan, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua ( RSMH Palembang)

 


Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang perlu menjadi perhatian dikarenakan rumah sakit adalah institusi atau fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, maupun gawat darurat. Rumah sakit memiliki pelayanan yang cukup banyak sehingga memerlukan peran dari semua profesi yang bekerja di sana. Peran yang dapat dilakukan oleh semua profesi adalah salah satunya adalah membudayakan 5R. Budaya 5R merupakan singkatan dari ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin. Budaya 5R adalah metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien yang juga berujung pada efisiensi, produktivitas, dan keselamatan kerja. Budaya 5R ini penanaman nilai – nilai positif dan baik dalam menjalankan ketertiban, kebersihan, kerapian, dan kebiasaan dalam bekerja khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan memerlukan tempat atau kondisi yang bersih, rapi, nyaman, aman, dan teratur. Namun pembiasaan budaya 5R ini dilakukan secara fleksibel saja sebagai arah manajemen perawatan fasilitas secara terintegrasi yang dilakukan oleh semua petugas atau pegawai di fasilitas pelayanan kesehatan. Budaya 5R ini terlihat mudah untuk dilakukan namun pada kenyataannya memerlukan konsistensi dan kedisplinan untuk membiasakan budaya ini.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai 5R, berikut penulis sampaikan apa saja 5R dan bagaimana langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk pemenuhan budaya 5R tersebut :

1.      Ringkas (Seiri)

Adalah menyingkirkan semua barang atau peralatan yang tidak diperlukan untuk bekerja sehari – hari. Ringkas ini membedakan atau memilah antara ‘diperlukan’ atau ‘tidak diperlukan.

Langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan ringkas sebagai berikut :

a.       Putuskan barang atau peralatan mana yang diperlukan dan tidak diperlukan

b.      Berikan label pada barang atau peralatan yang tidak diperlukan lalu pisahkan

c.       Pilah barang – barang :

-          Tidak digunakan > 1 tahun

-          Tidak digunakan 6 – 12 bulan

-          Digunakan > 1 kali dalam sebulan tetap tersedia di tempat kerja

-          Digunakan per jam atau per hari atau seminggu sekali  harus berada di dekat tempat kerja atau justru di saku/ kantong pegawai

2.      Rapi (Seiton)

Adalah mengatur semua barang – barang yang dibutuhkan agar mudah dicari dan dipergunakan dengan cara diberikan label atau penamaan

Langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan rapi sebagai berikut :

a.       Putuskan lemari/ meja/ rak mana yang akan ditemptkan untuk merapikan barang atau peralatan

b.      Label atau beri penamaan barang atau peralatan yang akan digunakan

c.       Susun barang tersebut.

d.      Gunakan warna untuk penandaan lokasi, alur keluar – masuk bila perlu, dan lain – lain 

3.      Resik (Seiso)

Adalah membersihkan semua barang atau peralatan di tempat kerja dari kotoran atau debu

Langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan resik sebagai berikut :

a.       Bila perlu, bagi penanggungjawab area untuk pembersihan

b.      Buat jadwal pembersihan

c.       Perhatikan adakah barang atau peralatan yang rusak atau mengalamai gangguan

d.      Sediakan ruang untuk pembersih 

4.      Rawat (Saiketsu)

Adalah kegiatan yang memastikan semua barang atau peralatan yang dipergunakan untuk bekerja tetap dalam keadaan rapi, resik, dan ringkas

Langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan rawat sebagai berikut :

a.       Buat regulasi pembersihannya

b.      Buat checklist dan latih staf agar kompeten

c.       Lakukan evaluasi secara berkala

 

5.      Rajin (Shitsuke)

Adalah kegiatan atau kebiasaan yang tetap mempertahakan budaya 5R ini berjalan sesuai dengan prosedur yang ada.

Langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan rajin sebagai berikut :

a.       Ciptakan kesadaran dan publikasikan sistem yang ada

b.      Buat agenda bagaimana budaya 5R akan dilaksanakan

c.       Rumuskan pedoman monioring dan evaluasi pelaksanaan budaya 5R

d.      Berikan dukungan manajemen

e.       Bila perlu, sediakan reward untuk petugas atau pegawai yang melaksanakan budaya 5R dengan baik.

Berdasarkan hasil dari literatur review, budaya 5R ini menghasilkan efisiensi pekerjaan dan meminimalisir risiko dan mengelola risiko menjadi daya jual rumah sakit. Budaya 5R ini harus dilaksanakan secara satu kesatuan dan runut artinya dilakukan secara berurutan dan beraturan. Untuk membiasakan budaya 5R ini memerlukan monitoring dan evaluasi atau audit oleh semua kalangan sehingga bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

 

Referensi

Agung, L.P. & Mulyanti, D. (2023). Penerapan budaya kaizen (5R) sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit. Jurnal medika nusantara 01 No 1 ; 29 - 34

Apriliani, F. Fewidarto, PD. Indrawan, P. (2021). Implementasi budaya 5R sebagai upaya peningkatan perawatan fasilitas dan melatih kedisplinan personal di LKSA kota bekasi. Jurnal Gama Societa. Vo 5 (1), 1-13.

Osada, Takashi. (1995). Sikap kerja 5S Cetakan Kelima. Terjemahan oleh Mariani. Jakarta : Gandamihardja

Zulfa, A.I. Febriani, D. Siregar, A.F.P. (2023). Analisis strategi manajemen kesehatan di rumah sakit dalam memaksimalkan mutu pelayanan kesehatan: Literatur review. Jurnal ilmiah multidisiplin. Vol 1 (5). E-ISSN : 2986-6340. https://doi.org/10.5281/zenodo.8064390

Sumber foto : bing.com/images. Diakses tanggal 23 Mei 2024

 

DOC,PROMKES,RSMH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tren Pacaran Remaja, Gaya dan Dinamika Hubungan di Era Digital

Pengaruh pengharum ruangan bagi kesehatan

KORUPSI DISEKTOR KESEHATAN, TANTANGAN DAN UPAYA PENCEGAHANNYA